Transformasi Kurikulum Pendidikan Dokter untuk Menjawab Tuntutan Masyarakat


Transformasi kurikulum pendidikan dokter merupakan hal yang sangat penting untuk dapat menjawab tuntutan masyarakat yang semakin kompleks dan beragam. Dalam era globalisasi ini, tuntutan akan kualitas pendidikan dokter yang lebih baik semakin meningkat. Oleh karena itu, perubahan dalam kurikulum pendidikan dokter perlu dilakukan agar dapat memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Menurut Prof. Dr. dr. Ali Ghufron Mukti, Sp.PD-KHOM, Direktur Pendidikan dan Pengajaran Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, “Transformasi kurikulum pendidikan dokter harus dilakukan secara berkelanjutan guna menciptakan lulusan yang mampu bersaing di era yang semakin dinamis ini.” Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, selaku Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) yang mengatakan bahwa “Kurikulum pendidikan dokter harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat.”

Transformasi kurikulum pendidikan dokter juga perlu melibatkan stakeholder yang terkait, seperti tenaga pengajar, mahasiswa, dan juga masyarakat. Hal ini sejalan dengan pendapat Prof. Dr. dr. Budi Sampurna, Sp.B-KBD, M.Kes, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, yang mengatakan bahwa “Perubahan kurikulum pendidikan dokter harus melibatkan semua pihak agar dapat menciptakan lulusan yang berkualitas dan siap bersaing di dunia kerja.”

Dalam menghadapi tuntutan masyarakat yang semakin beragam, transformasi kurikulum pendidikan dokter juga perlu memperhatikan aspek etika dan humanisme dalam praktik kedokteran. Menurut Prof. Dr. dr. Hamzah Shatri, Sp.PD-KHOM, Kepala Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, “Kualitas seorang dokter tidak hanya dilihat dari kemampuan klinisnya saja, tetapi juga dari etika dan humanisme yang dimilikinya.”

Dengan adanya transformasi kurikulum pendidikan dokter yang berkelanjutan dan melibatkan semua pihak terkait, diharapkan dapat menghasilkan lulusan dokter yang memiliki kompetensi yang sesuai dengan tuntutan masyarakat. Sehingga, masyarakat akan mendapatkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan mereka.